Speed Zero Meter Core, Music Metal Peduli Kemanusiaan


Speed, Zero, Meter, Core, Music, Metal, Peduli, Kemanusiaan

Siapa sangka musisi Indonesia saat ini masih ada yang peduli terhadap sesama  tidak hanya mementingkan materi dan popularitas  semata? Hal itu terlihat dari penampilan sosok personil Speed Zero Meter (SZM) yang sudah mengeluarkan album “Half Life To Definese” kehidupan separuh nyawa dan single album “Anjingnalisme’.

Mereka  berharap akan panggung pada tour  kemanusiaan seperti Bulan Dana PMI, Peduli Aids serta korban bencana, yang hakekatnya semuanya dalam lyric album menceritakan kepedulian anak muda kreatif musik metal terhadap masalah kondisi Bangsa dan Negara. Drummer SZM Regga juga mengiyakan, musik buat kami untuk berbagi untuk itu band kami siap untuk dirangkul oleh PMI dalam menggalangan dana karena sekarang  ini  dipimpin oleh Negarawan Jusuf Kalla  mantan wapres.

Lebih dari  600 orang di Yu tube jejaring face book SZM core mempunyai komunitas under ground yang digemari oleh anak muda Indonesia, dalam lawatan tour di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Lampung yang akan dijajaki pada  Maret 2010 mendatang atas undangan komunitas metal core. Dalam situs yang diterima dari Bandung, Ria, mengungkapkan, Speed Zero Meter Core dibentuk pada tanggal 22 Januari 2006 sebuah band beraliran Metal Core  yang berjuang bergerilya di tengah ketololan dunia musik pop yang maha sampah, tapi kini metal anak muda di Indonesia telah lahir dalam menjunjung eksisitensi Metal di Indonesia.

Mereka yang terdiri Regga (Lead Vocal-Guitar), Botay (Bass), Obob (Guitar 2- Back Vocal) dan Gamma (drum-Vocal) mampu mengangkat komunitas Metal Indonesia hakekatnya aliran music ini membuka wacana baru music metal yang tidak kesan “brutal” karena mereka usia rata- rata 17-20 tahun juga tidak mempunyai “TATTO” dan anti drug serta sex bebas, mereka hanya akan bermusic serta meyikapi masalah-masalah sosial, politik yang kini terus melanda rakyat yang kini tidak berdaya akan korban ambisi kepentingan kekuasaan semata, ujar Ria.

Dalam Album pertama yang di luncurkan Speed Zero Meter banyak mengangkat masalah-masalah sosial dan kebobrokan pemerintah dalam kebijakan termasuk Century “bail out” kata Gamma vocalis SZM.

Di utarakan pula ungkap Gamma,”Aliran kami lebih banyak memainkan “SHREDDER” kecepatan memainkan melodi guitar serta vocal, kami banyak diilhami oleh grup metal mancanegara seperti,  Asilay Dying (USA), Trivum (USA) dan Caliban (German) akan tetapi kita lebih santun dalam menyeruakan musik metal Indonesia.

Album copy yang sudah terjual 1000 keping dibawah label RG record, membuat   Ki Gendeng Pamungkas simpatik dan member hadiah kepada mereka  2 unit  Guitar listrik kepada band tersebut seharga hampir 30 juta.  Dalam tanggapan Ki Gendeng terhadap Metal Core SZM mereka dalam bermusik mampu memberikan warna kreatif anak muda yang mandiri dan punya daya kritik tinggi dalam menyikapi masalah-masalah Bangsa.

Bila kelompok musik seperti ini bisa terus eksis di blantik musik tanah air, tentulah kampanye hidup sehat akan bisa terus dikampanyekan menjadi pendonor darah, anti seks bebas, anti drugs, bahkan anti tatto serta anting-anting.

sumber

Related

Music News 2740506400314944892

Post a Comment

Join Us

Twitter

Facebook

Popular Posts

item